30 Jun 2011

surat lamaran pekerjaan

lamaran 1

ponorogo, 29 Juni 2011

Hal : Lamaran Pekerjaan

Kepada Yth.,
Manajer Sumber Daya Manusia
PT. Gilland Ganesha

Jl. Raya Kebon Durian No. 11
Jakarta Timur

Dengan hormat,

Sesuai dengan penawaran lowongan pekerjaan dari PT. Gilland Ganesha, seperti yang termuat di harian Kompas tanggal 27 Juni 2011. Saya mengajukan diri untuk bergabung ke dalam Tim Marketing di PT. Gilland Ganesha.

Data singkat saya, seperti berikut ini.


Nama
Tempat & tgl. lahir
Pendidikan Akhir

Alamat
Telepon, HP, e-mail
Status Perkawinan

: Benny Kasmanto
: Bukit Tinggi, 19 Februari 1976
: Sarjana Manajemen Universitas Islam As-Syafi'iyah (UIA) - Jakarta
(Konsentrasi Manajemen Pemasaran)
: Perum Bumi Sentosa Blok A.5 Bekasi
: 021 - 87914990, 0815 965 5695, benny_kas07@yahoo.co.id
: Menikah

Saya memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik, dan dapat berbahasa Inggris dengan baik secara lisan maupun tulisan. Latar belakang pendidikan saya sangat memuaskan serta memiliki kemampuan manajemen dan marketing yang baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan menggunakan komputer. Terutama mengoperasikan aplikasi paket MS Office, seperti Excel, Word, Acces, PowerPoint, OutLook, juga internet, maupun surat-menyurat dalam Bahasa Inggris.

Saat ini saya bekerja sebagai staff Marketing di PT. Hilmy Finance. Saya senang untuk belajar, dan dapat bekerja secara mandiri maupun dalam tim dengan baik.

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :

  1. Daftar Riwayat Hidup.
  2. Foto copy ijazah S-1 dan transkrip nilai.
  3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
  4. Pas foto terbaru.

Saya berharap Bapak/Ibu bersedia meluangkan waktu untuk memberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara lebih terperinci tentang potensi diri saya.

Demikian surat lamaran ini, dan terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu.

Hormat saya,



Benny Kasmanto


lamaran 2

Cibinong, 29 Juni 2011

Hal : Lamaran Pekerjaan

Kepada Yth.,
Manajer Sumber Daya Manusia
PT. Hand's Parmantindo

Jl. Raya Bumi Sentoda No. 5
Cibinong

Dengan hormat,

Bpk. Bambang Satrio, seorang asisten editor di PT. Hand's Parmantindo, menginformasikan kepada saya tentang rencana pengembangan Departemen Finansial PT. Hand's Parmantindo.
Sehubungan dengan hal tersebut, perkenankan saya mengajukan diri (melamar kerja) untuk bergabung dalam rencana pengembangan PT. Hand's Parmantindo.

Mengenai diri saya, dapat saya jelaskan sebagai berikut :


Nama
Tempat & tgl. lahir
Pendidikan Akhir
Alamat
Telepon, HP, e-mail
Status Perkawinan

: Florentina Putri
: Probolinggo, 5 Agustus 1979
: Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila - Jakarta
: Perum Bojong Depok Baru 1, Blok ZT No.3, Cibinong 16913
: 021 - 87903802, HP = 0817 9854 203, e-mail = putri.flo@gmail.com
: Menikah.

Saat ini saya bekerja di PT. Flamboyan Bumi Singo, sebagai staf akuntasi dan perpajakan, dengan fokus utama pekerjaan di bidang finance dan perpajakan.

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :

  1. Daftar Riwayat Hidup.
  2. Foto copy ijazah S-1.
  3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
  4. Pas foto terbaru.

Besar harapan saya untuk diberi kesempatan wawancara, dan dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai diri saya. Seperti yang tersirat di resume (riwayat hidup), saya mempunyai latar belakang pendidikan, pengalaman potensi dan seorang pekerja keras.

Demikian saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak.

Hormat saya,



Florentina Putri

Read More >>

28 Jun 2011

Ujian Kesabaran, Bagaikan menanti Hujan Reda.

“ Dia lah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada( tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu” QS.An-Nahl:10

Ayat ini berbicara tentang hujan yang membawa berkah, menghidupkan dan menyuburkan tanam-tanaman yang hijau lagi abnyak buahnya. Inilah ibarat ujian kesabaran itu, layaknya menanti hujan reda. Dan menanti itu memerlukan kesabaran yang teramat berat, terlebih ketika harus merelakan hal hal yang menyangkut duniawa. Sering kali ketika hujan kita mengeluh “ Koq lama banget ya nich hujan???, kapan berhentinya, saya mau ini, mau itu.”

Hujan yang dianggap sebagai penghambat pada urusan duniawi, sesungguhnya tanpa kita sadari adalah merupakan berkah dari-Nya. Karena kehadiran hujan, akan menghilangkan debu-debu yang berterbangan, menghijaukan tananman hingga menghasilan bunga dan buah yang ranum, menghasilkan mata air yang jernih yang sangat bermanfaat bagi semua makhluk yang hidup di bumi ini.

Bila sampai terjadi banjir, itu karena ulah manusia, yang membuat kerusakan disana sini secara terus menerus,tanpa mereka sadari akibat yang akan terjadi dari kerusakan itu. Demi kepentingan sesaat yang rela merusak kehidupan yang akan datang. Sifat serakah manusia ikut andil dalam kerusakan ini.

Demikian juga dengan kesabaran itu. Meski dinyana sebagai sesuatu yang pahit dirasa, menohok hati, mengiris kalbu, atau bahkan terasa berat dipikul, namun sesungguhnya Allah akan menghadiahi surge bagi para hambaNya yang sabar.

Maka bersabarlah, karena Allah beserta orang orang yang sabar. Y ujian kesabaran iu ibarat menanti hujan reda. Terasa lama dinanti bahkan divonis sebagai penghambat yang memberi mudhorot pada urusan duniawi.

Namun tidak bagi orang orang yang bersabar. Ia akan memaknai hujan sebagai berkah dari-Nya. Berapa pun lamanya,dan banyaknya curah hujanyng diturukan, sekalipun mendatangkan bahaya dan bencana, maka ia akan tetap bersabar, karena di balik ujian,pastilah mengandung hikmah

Dan sudah semestinyalah orang orang yang beriman selalu mengambil hikmah di balik cobaan itu. Ia akan senantiasa bersyukur di kala duka maupun suka. Karena segala sesuatu di dunia ini hanyalah merupakan ujian dari-Nya, agar nyatalah siapa sesungguhnya yang hambahambaNya yang terpilih itu.



Read More >>

Sabar Selalu Dibutuhkan

Satu kejujuran terkadang menimbulkan rintangan dan cobaan. Memang demikianlah Allah senantiasa menguji hamba-Nya dengan rintangan dan cobaan untuk menjelaskan mana yang benar-benar jujur dan yang dusta. Lihatlah firman Allah,

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabut [29]:2-3).

Nah untuk menghadapi cobaan dan rintangan itu membutuhkan kesabaran. Lihat aja ketika ujian akhir negara (UAN) kalo ingin jujur ada aja perasaan takut gagal, sehingga banyak yang tergoda untuk “main mata”. Menghadapi ujian masuk sekolah kalau tidak sabar-sabar bisa berbuat nekad. Belum lagi melihat hasilnya wah bisa-bisa kalah sebelum melihatnya. Tanpa kesabaran seorang bisa bunuh diri minum racun karena tidak lulus ujian negara.

Sabar merupakan hal yang vital dan dibutuhkan dalam kehidupan anak manusia di dunia ini. Oleh karena itu, Allah perintahkan kita untuk menjadikannya sarana yang membantu dalam mengarungi samudera kehidupan yang berat dan penuh cobaan dalam firman-Nya (yang artinya),

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah:153).

Kalau boleh dikatakan, hidup tanpa sabar bagaikan berjalan dikegelapan tanpa obor cahaya, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan,

الصَّبْرُ ضِيَاءٌ

“Sabar adalah sinar cahaya.” (HR. Muslim).

Rasulullah menggunakan kata (ضِيَاءٌ) yang berarti sinar cahaya yang memiliki unsur panas dan membakar. Demikian juga sinar cahaya matahari dinamakan juga ضِيَاءٌ karena memiliki sifat panas dan membakar, seperti dalam firman Allah (yang artinya),

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya.” (QS. Yunus:5).

Manakala sabar menjadi perkara sulit bagi kita, karena membutuhkan perlawanan kepada hawa nafsu dan pengekangan keinginan jiwa, maka jadilah sabar itu sinar (ضِيَاءٌ).

Berbicara tentang sabar, para ulama menyatakan bahwa sabar yang terpuji ada tiga jenis:

1. Sabar melaksanakan ketaatan. Hal ini diperintahkan Allah, seperti dalam firman-Nya (yang artinya),

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaahaa:132).

Ketaatan ini perlu kerja keras, karena harus melawan hawa nafsu agar dapat melaksanakan satu ketaatan. Coba saja jujur dalam mengakui kesalahan atau kelebihan orang lain, wah berat apalagi bila beresiko kerugian moril atau materiil.

2. Sabar menghindari kemaksiatan dengan pengertian sabar menahan dirinya dari berbuat maksiat. Lihat saja untuk tidak berbohong dalam satu perkara butuh kesabaran.

3. Sabar menghadapi takdir Allah dengan ridho dan menerima ujian, cobaan dan musibah yang Allah timpakan kepada kita. Hal ini dijelaskan Allah dalam firman-Nya (yang artinya),

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadam, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)/

Namun, yang perlu diperhatikan bahwa sabar dalam menjalankan ketaatan dan menahan diri dari kemaksiatan lebih utama dari sabar menghadapi ketetapan takdir ilahi. Karena melawan hawa nafsu untuk melaksanakan ketaatan dan menahan diri dari kemaksiatan merupakan perkara sangat berat. Coba bayangkan, betapa sulit dan beratnya melaksanakan ketaatan dan menahan diri dari kemaksiatan. Saat enak-enak tidur ditambah udara dan keadaan yang dingin harus bangun untuk shalat malam, atau mendengar suara azan subuh untuk berjamaah. Sudah punya hubungan asmara dengan si doi, tapi harus diputus karena Allah melarangnya. Wah butuh kesabaran yang sangat besar. Tapi, ingat pahala yang Allah janjikan bagi hamba-Nya yang taat dan tidak bermaksiat kepada-Nya.

Pentingnya kesabaran ini akan tampak lebih jelas disaat masyarakat sekeliling kita tidak tau ajaran Islam yang benar dan kita melaksanakannya dan menghidupkan ajaran tersebut sehingga tampak tampil beda dengan mereka. Oleh karena itu, Rasulullah menyatakan,

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

“Akan datang satu zaman di mana orang yang sabar di atas agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. At-Tirmidzi).

Bisa dibayangkan, seorang remaja berjilbab menutupi seluruh auratnya dilingkungan yang sedang trend membuka aurat. Cercaan, cemoohan sampai yang lebih kasar dan keras akan didapatkannya. Nah, ini semua butuh kesabaran dan butuh ketabahan dalam ketaatan.

Kalau begitu keberhasilan kita dalam menjalani kehidupan ini tidak lepas dari kata sabar. Ingatlah firman Allah,

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran: 200).

Beruntunglah orang yang sabar dan terus bersabar. Marilah berlatih sabar dan terus sabar agar kita menjadi orang yang beruntung.

Semoga Allah melimpahkan kepada kita kesabaran dalam melaksanakan ketaatan, menahan diri dari kemaksiatan dan ridha, serta menerima takdir pahit yang menimpa kita.

Selamat bersabar!!!!

Penulis: Ustadz kholid Syamhudi, Lc.
Artikel www.UstadzKholid.com

Read More >>

Kesabaran itu....Bagaikan Anak Tangga


“ jangan berpikir berapa lama waktu yang sudah dilalui
dan jerih payah itu seolah tak nampak.,.tapi

berapa lama waktu yang masih bisa dijalani....
dan akan menjadi hari - hari yang indah dan penuh warna “

Kutipan diatas seolah menunjukkan kita bahwa
Kesabaran itu bagaikan anak tangga
yang selalu bertambah tinggi ,
bertambah tinggi kesabaran itu
Tergantung kekuatan kita dalam menitinya…

Walaupun terasa berat,
Kita harus selalu memandang keatas
Sehingga kekuatan itu tetap ada,
Dan kita bisa melalui anak tangga satu demi satu.

Hingga akhirnya ….
kita sudah tidak menemukan lagi anak tangga itu.
Bukan karena kita tidak kuat lagi menitinya…
tapi karena raga ini sudah tiada…
Read More >>

27 Jun 2011

WANITA BERHIAS DI SALON KECANTIKAN

Dr. Yusuf Al-Qardhawi
PERTANYAAN
Apakah boleh wanita Muslimat menghias (mempercantik) dirinya di tempat-tempat tertentu, misalnya pada saat ini, yang dinamakan salon kecantikan, dengan alasan keadaan masa kini bagi wanita sangat penting untuk tampil dengan perlengkapan dan cara-cara berhias seperti itu yang bersifat modren?
Selain itu, bolehkah wanita memakai rambut palsu atau tutup kepala yang dibuat khusus untuk itu?

JAWAB
Agama Islam menentang kehidupan yang bersifat kesengsaraan dan menyiksa diri, sebagaimana yang telah dipraktekkan oleh sebagian dari pemeluk agama lain dan aliran tertentu. Agama Islam pun menganjurkan bagi ummatnya untuk selalu tampak indah dengan cara sederhana dan layak, yang tidak berlebih-lebihan. Bahkan Islam menganjurkan di saat hendak mengerjakan ibadat, supaya berhias diri disamping menjaga kebersihan dan kesucian tempat maupun pakaian.
Allah swt. berfirman: "... pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid ..." (Q.s.Al-A'raaf: 31)

Bila Islam sudah menetapkan hal-hal yang indah, baik bagi laki-laki maupun wanita, maka terhadap wanita, Islam lebih memberi perhatian dan kelonggaran, karena fitrahnya, sebagaimana dibolehkannya memakai kain sutera dan perhiasan emas, dimana hal itu diharamkan bagi kaum laki-laki.

Adapun hal-hal yang dianggap oleh manusia baik, tetapi membawa kerusakan dan perubahan pada tubuhnya, dari yang telah diciptakan oleh Allah swt, dimana perubahan itu tidak layak bagi fitrah manusia, tentu hal itu pengaruh dari perbuatan setan yang hendak memperdayakan. Oleh karena itu, perbuatan tersebut dilarang. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw.:

"Allah melaknati pembuatan tatto, yaitu menusukkan jarum ke kulit dengan warna yang berupa tulisan, gambar bunga, simbol-simbol dan sebagainya; mempertajam gigi, memendekkan atau menyambung rambut dengan rambut orang lain, (yang bersifat palsu, menipu dan sebagainya)." (Hadis shahih).

Sebagaimana riwayat Said bin Musayyab, salah seorang sahabat Nabi saw. ketika Muawiyah berada di Madinah setelah beliau berpidato, tiba-tiba mengeluarkan segenggam rambut dan mengatakan, "Inilah rambut yang dinamakan Nabi saw. azzur yang artinya atwashilah (penyambung), yang dipakai oleh wanita untuk menyambung rambutnya, hal itulah yang dilarang oleh Rasulullah saw. dan tentu hal itu adalah perbuatan orang-orang Yahudi. Bagaimana dengan Anda, wahai para ulama, apakah kalian tidak melarang hal itu? Padahal aku telah mendengar sabda Nabi saw. yang artinya, 'Sesungguhnya terbinasanya orang-orang Israel itu karena para wanitanya memakai itu (rambut palsu) terus-menerus'." (H.r. Bukhari).

Nabi saw. menamakan perbuatan itu sebagai suatu bentuk kepalsuan, supaya tampak hikmah sebab dilarangnya hal itu bagi kaum wanita, dan karena hal itu juga merupakan sebagian dari tipu muslihat.

Bagi wanita yang menghias rambut atau lainnya di salon-salon kecantikan, sedang yang menanganinya (karyawannya) adalah kaum laki-laki. Hal itu jelas dilarang, karena bukan saja bertemu dengan laki-laki yang bukan muhrimnya, tetapi lebih dari itu, sudah pasti itu haram, walaupun dilakukan di rumah sendiri.

Bagi wanita Muslimat yang tujuannya taat kepada agama dan Tuhannya, sebaiknya berhias diri di rumahnya sendiri untuk suaminya, bukan di luar rumah atau di tengah jalan untuk orang lain. Yang demikian itu adalah tingkah laku kaum Yahudi yang menginginkan cara-cara moderen dan sebagainya.
---------------------------------------------------
Fatawa Qardhawi:
Permasalahan, Pemecahan dan Hikmah
Dr. Yusuf Al-Qardhawi Cetakan Kedua, 1996
Penerbit Risalah Gusti Jln. Ikan Mungging XIII/1 Telp./Fax. (031) 339440 Surabaya 60177
Read More >>